28.11
Tradisi alat serpih menghasilkan perkakas-perkakas yang berbentuk sederhana dengan memperlihatkan kerucut pukul yang jelas. Bahan batuan yang umum digunakan untuk membuat alat ini adalah beberapa jenis batuan tufa dan gamping kersikan serta batuan endap.
25.02
Di Candi Borobudur ada relief-relief perahu, antara lain berupa perahu cadik. Gambar perahu ini merupakan bukti dari adanya alat transportasi laut di Nusantara pada masa kerajaan kuno.
01.12
Pembuatan alat tulang pada tingkat Plestosen sementara ini hanya diketahui dari Ngandong sebagai unsur yang ditemukan dalam konteks Pithecanthropus Soloensis, dan alat-alat lain yang diperbuat tanduk, serpih, dan batu-batu bundar.
28.03
Apakah sebenarnya alun-alun itu? Apa fungsi sebenarnya di masa lampau? Mengapa alun-alun itu selalu terdapat di hampir setiap kota di Pulau Jawa?
08.04
Sebagai koleksi Perpustakaan Nasional Jakarta, naskah ini dikenal sebagai Kropak 632. Naskah yang dulu koleksi Masyarakat Batavia ini memuat ketatanegaraan Sunda zaman dahulu. Judul Amanat Galunggung diberikan oleh Saleh Danasasmita dkk (1987).
04.06
Kemungkinan besar, dari cerita-cerita epos kesusastraan Sriwijaya inilah lahir berbagai macam epos Melayu Klasik (Iskandar, 1996: 29) di wilayah lain di Sumatra dan Semenanjung Melayu (dari Pasai, Aceh, Melayu-Singapura, Melaka, Palembang, Johor, Riau, Brunei, Banjar, hingga Patani) sejenis hikayat di masa-masa berikutnya. Menurut Iskandar, cerita epos lahir dari kesusastraan berbentuk “bahasa berirama” (diistilahkan oleh Sutan Takdir Alisyahbana), di mana bahasa berirama lahir dari kesusastraan lisan yang memparafrasakan (menceritakan dengan gaya bahasa sendiri) karya-karya Hindu berbahasa Sansekerta.
[ 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ]
Informasi lebih lanjut
[wacana@nusantara-online.com]
+62-22-930-746-96
Jln. Jakarta 20-22
Komplek Kota Kembang Permai
Ruko Kav. 21.A, Bandung-Indonesia