30.06
Dibangun pada zaman Kerajaan Majapahit, masa pemerintahan Raja Brawijaya V. Konon nama Cetha, yang dalam bahasa Jawa berarti "jelas", digunakan karena dari Dusun Cetha orang dapat melihat dengan jelas ke berbagai arah.
25.02
Komplek Candi Dieng dibangun pada masa Hindu, karena di arealpercandian tersebut banyak ditemukan peninggalan-peninggalan berupaarca-arca Dewa Siwa, Wisnu, Agastya, Ganesha dan lain-lainya yangbercirikan agama Hindu.
25.02
Candi Jabung terbuat dari batu merah dengan ukuran, panjang 13,11 meter, lebar 9,58 meter dan tinggi 15,58 meter. Badan candi berbentuk bulat (silender segi delapan). Bersifat Siwaistik karena sekelilingnya dipahatkan adegan-adegan ceritaSri Tanjung.
17.10
Arsitektur Candi Jago disusun seperti teras punden berundak. Keseluruhannya memiliki panjang 23,71 m, lebar 14 m, dan tinggi 9,97 m. Bangunan Candi Jago nampak sudah tidak utuh lagi; yang tertinggal pada Candi Jago hanyalah bagian kaki dan sebagian kecil badan candi. Badan candi disangga oleh tiga buah teras.
03.09
Perpaduan antara syiwa dan budha tercermin dalam bentuk megah dan anggun candi ini, sakti-sakti sang syiwa berdampingan dengan guru-guru bodhi dalam sebuah keselarasan dan harmoni.
30.06
Cuplikan kisah Garudeya terpahat dalam relief di Candi Kedaton. Letak bangunan suci agama Hindu yang berada di lereng Pegunungan Iyang di Jawa Timur ini di Dusun Lawang Kedaton, Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. Candi berukuran enam meter persegi dan berangka tahun Saka 1292 (1370 M) yang terpahat di pipi tangga.



