06.07
Pemakaian kata-kata dari luar bahasa Jawa Banyumasan mencerminkan sikap dan perilaku budaya masyarakat Banyumas yang adaptif, dan pemakaian kata-kata yang kurang berterima maknanya bagi masyarakat Jawa umumnya menunjukkan bahwa sikap dan perilaku budaya masyarakat Banyumas suka berterus terang.
19.01
Sebagian besar anggota Suku Bajau di Sulawesi hidup diatas perahu dan sebagaian lagi menetap di pesisir pantai. Suku Bajau di Sulawesi memiliki komplesitas asal, persebaran, dan hubungan dengan Bajau yang berada wilayah lain di Indonesia.
27.07
Dari pertanggalan absolut dengan menggunakan carbon dating (C-14) pada sisa arang di Candi Blandongan dan sejumlah temuan berupa votive tablet yang berelief Buddha Amithaba diketahui bahwa komplek pemujaan telah ada sejak abad ke-3/4 masehi.
05.09
Ketika sumber daya budaya hanya dimaknai dari perspektif keilmuan maka semuanya akan menjadi wacana tak berujung setelah sampai ke masyarakat. Fenomena eksklusif keilmuan seperti itu telah berlangsung lama. Terutama dalam hal pengelolaan sumber daya budaya. Lalu, apakah yang akan terjadi jika suatu sumber daya budaya dijelajahi hingga tuntas oleh berbagai disiplin ilmu? Bukan untuk kepentingan keilmuan yang teoritis namun untuk kepentingan implementatif yang praktis.
29.12
‘Ada dahulu ada sekarang, tidak ada dahulu tidak akan ada sekarang; ada masa lalu ada masa kini, bila tidak ada masa lalu tidak ada masa kini, ada pokok kayu ada batang, tidak ada pokok kayu tidak akan ada batang, ada tunggulnya tentu ada catangnya’ (Amanat dari Galunggung)
07.01
Kebudayaan Lapita (1600 SM - 500 SM/1 M) merupakan catatan kepurbakalaan dari kolonisasi rumpun bahasa Austronesia yang pertama ke dalam Melanisia dan Polinesia.
[ 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ]
Informasi lebih lanjut
[wacana@nusantara-online.com]
+62-22-930-746-96
Jln. Jakarta 20-22
Komplek Kota Kembang Permai
Ruko Kav. 21.A, Bandung-Indonesia