23.04
Bukan semua tradisi yang lama harus diterima sebagai sumber ajaran dan nilai yang mutlak. Ini disebabkan ada yang lama itu sudah tidak lagi sesuai dengan kehidupan kini. Namun, tidak sedikit daripada nilai yang lama itu tetap diperlukan untuk menghadapi cabaran masa depan, lebih-lebih lagi arus globalisasi yang bukan sahaja sangat komplek, tetapi juga mengaburkan batasbatas identiti bangsa.
19.03
Kemungkinan besar adalah bahwa aksara Bali merupakan turunan dari aksara Jawa. Penggunaan aksara Bali ini sejalan dengan perkembangan sastra-sastra Hindu klasik seperti Ramayana dan Mahabharata yang telah berkembang dan dituliskan pada daun tal terlebih dahulu di Jawa.
25.02
Bahasa Jawa memiliki unsur-unsur yang sangat kompleks, antara lain: gramatikal, aksara, kosa kata, peribahasa, dasa nama, tatakrama bahasa. Masing-masing unsur memiliki bagian-bagian yang lebih lengkap lagi.
16.02
Aksara Sunda disebut pula aksara Ngalagena. Menurut catatan sejarah aksara ini telah dipakai oleh orang Sunda dari abad ke -14 sampai abad ke- 18. Jejak aksara Sunda dapat dilihat pada Prasasti Kawali atau disebut juga Prasasti Astana Gede yang dibuat untuk mengenang Prabu Niskala Wastukancana yang memerintah di Kawali, Ciamis, tahun 1371-1475.
28.11
Tradisi alat serpih menghasilkan perkakas-perkakas yang berbentuk sederhana dengan memperlihatkan kerucut pukul yang jelas. Bahan batuan yang umum digunakan untuk membuat alat ini adalah beberapa jenis batuan tufa dan gamping kersikan serta batuan endap.
25.02
Di Candi Borobudur ada relief-relief perahu, antara lain berupa perahu cadik. Gambar perahu ini merupakan bukti dari adanya alat transportasi laut di Nusantara pada masa kerajaan kuno.
[ 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ]
Informasi lebih lanjut
[wacana@nusantara-online.com]
+62-22-930-746-96
Jln. Jakarta 20-22
Komplek Kota Kembang Permai
Ruko Kav. 21.A, Bandung-Indonesia